Go Back   Forum.Tabloidnova.com > Psikologi

Notices

Reply
 
Thread Tools Display Modes
Old 25th July 2008, 05:29 PM   #1
Erin
Junior Member
 
User ID: 199
Join Date: Jul 2008
Location: Jakarta
Posts: 24
Thanks: 0
Thanked 1 Time in 1 Post
Erin is on a distinguished road
Post Cara Mengatasi OCD

Obsessive Compulsive Disorder atau OCD adalah suatu penyakit yang menyerang bagian mental atau jiwa yang ditandai dengan adanya pemikiran yang selalu berulang-ulang (Obsessive) serta tingkah laku yang sering dilakukan berulang (Compulsive). Pada saat-saat tertentu penderita menyadari bahwa hal-hal yang ia lakukan adalah berlebihan. Tetapi mereka tidak bisa menghindari dan mengontrol kebiasaan tersebut. Namun, hal ini tidak berlangsung setiap saat, ada saatnya penderita bersifat sederhana dan menganggap tidak ada masalah.
Penderita OCD umumnya sewaktu masa remaja atau awal masa kanak-kanak yang biasanya terjadi pada usia 10 tahun, dan pada orang dewasa pada umumnya sekitar umur 21 sampai 36 tahun. Penderita dialami oleh pria dan wanita, pada pria umumnya OCD dialami pada masa kanak-kanak dan pada wanita umumnya pada usia dua puluhan. Faktor-faktor yang dapat meningkatkan pengaruh OCD antara lain:
1. Keturunan (genetik), bila terdapat salah satu bagian keluarga yang memiliki sejarah dengan OCD maka akan meningkatkan perkembangan OCD itu sendiri.
2. Organik, masalah-masalah tertentu pada otak.
3. Lingkungan, beberapa peneliti menyatakan bahwa OCD berasal dari kebiasaan perilaku dari waktu ke waktu.
4. Konflik, mereka yang menderita OCD biasanya sedang menghadapi sebuah konflik jiwa menyangkut masalah hidup. Seperti hubungan suami istri, percaya diri, dll. Yang nantinya akan memunculkan tekanan dan akan timbul gejala dari OCD itu sendiri.
Terkadang sulit untuk mengidentifikasi adanya OCD pada diri kita. Umumnya penderita OCD beberapa gejala, diantaranya:
1. Ada preokupasi dengan detail, aturan, daftar, urutan, organisasi (jadwal) sehingga tujuan utama kegiatan terlupakan. (Preokupasi = yang dilakukan harus sempurna)
2. Melakukan perbuatan secara berulang atau berlebihan (keterlaluan dalam kebersihan, memeriksa berkali-kali, terlalu patuh pada peraturan)
3. Tidak mampu membuang barang-barang bekas atau tidak berharga, bahkan jika barang-barang itu tidak mempunyai nilai sentimental
4. Menunjukkan rigiditas (kekakuan) dan kekeraskepalaan
5. Merasa gelisah, was-was, resah
Nb. Utk pembaca yg mempunyai informasi atau pengalaman tentang OCD termasuk obat atau terapi penyembuhannya, mohon berbagi pengalaman dgn saya. Trims..
Erin is offline   Reply With Quote
Old 26th July 2008, 04:10 PM   #2
ndul'smom
Senior Member
 
ndul'smom's Avatar
 
User ID: 238
Join Date: Jul 2008
Location: on earth
Posts: 316
Thanks: 0
Thanked 2 Times in 2 Posts
ndul'smom is on a distinguished road
Default

aku pdrta ocd, dr pglamanku. pengaruh lingkungan keluarga membentuk akar ocd. Ibuku punya pola kebiasaan, mengecek segala sesuatu berulang ulang, dan seorg yg clean freak. awalnya hanya sebagian kecil pola kebiasaan ibuku yg terpatri dan aku tiru, krn itu yg aku anggap wajar. Sejak punya anak dan berhenti bekerja. ditambah krn kesibukan mengurus anak jadi minim waktu utk bersosialisasi, menmbah parah kondisiku.
sejauh yg aku tahu, cara cepat mengatasi adlh mengkonsumsi obat sesuai resep dokter/ psycholog. tp bisa ada efek sampingnya.
Yg plg penting sebenarnya adalh support dr keluarga, dan motivasi untuk mengendalikan diri.
Karena symptom ocd itu banyak, dan kdg disertai hal2 lain spti anxiety,antisocial dsb. cari tahu sympton yg diderita.
Bicarakan dgn anggota keluarga, kalau perlu jelaskan scr detail, mengapa dan bagaimana 'pola'/ sistem yg diinginkan pdrta. Karena org diluar pdrta tak akan memahami cara berpikir pdrta, dan tkdg dianggap sgt tdk logis.

Aku sendiri selalu menjelaskan kpd suami, apa yg mengganggu pikiranku, dan bagaimana aku ingin hal tsb diatasi. Dan kdg suami memberikan argument penjelasan yg logis untuk aku pahami bahwa hal yg aku inginkan itu gak necessary hrs dilakukan atau sstu yg gak logis.

Motivate untuk sembuh. ada org yg senang memiliki mental disorder, krn dijadikan suatu excuse atau mdpt perhatian extra. jadi kalo memang ingin sembuh atau minimal dapat ditekan menurun, ya harus ada motivasinya AKA jgn dipelihara. Kalo aku pribadi, motivasi terbesarku adalah anakku. aku ingin sembuh demi anakku, krn aku gak pengin anakku kelak punya OCD atau kesehatan psikisnya terpengaruh scr negatif dikarenakan ocd ku.

Ya gitu deh, punya ocd bukan berarti langit runtuh....dan tak perlu malu mengakui, krn sbnernya banyak yg punya, cuman kadar dan sympton yg berbeda dan gak ngaku, lah kan masih byk yg menganggap bahwa punya ocd itu = gila. Emang sih kata 'disorder' itu sdri kesannya gimana gituh, cuman para pdrta ocd yg aku tahu biasanya mengakui dan menyadari kondisi mereka dan menyadari bahwa banyak tindakan-tindakan mrk itu yg tdk logis, dan sbrnarnya mrk itu brsha utk melawan/menentang 'keharusan-keharusan' tsb.
ndul'smom is offline   Reply With Quote
Old 27th July 2008, 11:50 AM   #3
Erin
Junior Member
 
User ID: 199
Join Date: Jul 2008
Location: Jakarta
Posts: 24
Thanks: 0
Thanked 1 Time in 1 Post
Erin is on a distinguished road
Question Trims buat sharingnya

Trims buat sharingnya... saya sedang mencari cara mengatasi OCD tanpa obat2an yang pastinya banyak efek sampingnya... Ada yang bisa membantu?...
Erin is offline   Reply With Quote
Reply

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Forum Jump


All times are GMT +7. The time now is 05:18 AM.

 

Powered by vBulletin® Version 3.7.5
Copyright ©2000 - 2014, Jelsoft Enterprises Ltd.
Copyright Tabloid Nova